POJOK INFORMASI
SURVEY LAYANAN
Apakah Anda merasa puas dengan pelayanan KPPN Surabaya 2?
  

nilai

AGAR APBN MENJADI IDEAL

Agar APBN Ideal, Menkeu Tekankan Pentingnya

Optimalisasi Penerimaan dan Belanja

Jakarta, 26/08/2015 Kemenkeu - Pemerintah telah berusaha menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 seideal mungkin. Namun demikian, dalam kenyataannya, Menteri Keungan Bambang P.S. Brodjonegoro mengakui, masih terdapat sejumlah hambatan yang dihadapi pemerintah.

Dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa (25/8) sore, Menkeu mengungkapkan sejumlah kendala tersebut. “Kita semua menginginkan suatu APBN yang ideal, tetapi ada beberapa hal yang masih menjadi pengganjal untuk APBN kita menjadi ideal,” ungkapnya

 

Pertama, lanjutnya, pemerintah saat ini masih dihadapkan pada keterbatasan ruang fiskal. Jika pada tahun lalu hal ini disebabkan oleh masih besarnya beban subsidi, pada tahun depan, keterbatasan ruang fiskal lebih disebabkan belum optimalnya penerimaan negara. “Dimana masih banyak potensi perpajakan yang belum digali sepenuhnya, masih rendahnya harga minyak dan juga lifting minyak yang tidak bergerak banyak,” tambahnya.

Selain itu, saat ini pemerintah juga dihadapkan pada masih besarnya belanja wajib/mengikat, termasuk belanja operasional dan pembayaran bunga utang serta subsidi. Yang tidak kalah penting, lanjut Menkeu, adalah masalah kualitas belanja pemerintah yang masih harus ditingkatkan.

“Baik yang terkait dengan efisiensi belanja operasional yang kami akui di pemerintah masih harus terus diperbaiki, apakah itu dalam bentuk pengurangan biaya rapat, perjalanan dinas, maupun pembangunan gedung; serta memperbaiki efektivitas perencanaan belanja yang sifatnya produktif,” jelasnya.

Selain itu, hambatan lain datang dari masalah tidak optimalnya penyerapan anggaran kementerian/lembaga (K/L). Rata-rata, K/L hanya dapat merealisasikan 90 hingga 95 persen anggarannya, tidak dapat mencapai 100 persen. Hal ini kemudian diperparah dengan masih menumpuknya penyerapan pada triwulan IV tahun anggaran berjalan. “Kemudian yang polanya berulang adalah belanja masih menumpuk di semester II, khususnya triwulan IV,” ungkap Menkeu.(nv)


 

Sumber : http://www.kemenkeu.go.id/Berita/agar-apbn-ideal-menkeu-tekankan-pentingnya-optimalisasi-penerimaan-dan-belanja

 

PERATURAN
  • S-4459/PB/2013
    tentang Penjelasan lebih lanjut penggunaan akun perjalanan dinas berdasarkan Surat Menkeu No. S-2056/MK.5/2013
  • PER-58/PB/2013
    tentang Pengelolaan data Supplier dan Data Kontrak Dalam SPAN
  • PMK-190/PMK05/2012
    tentang Tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN
  • PER-81/PB/2011
    tentang Tata cara pengesahan Hibah Langsung bentuj uang dan penyampaian memo pencatatan hibah langsung bentuk barang/jasa/surat berharga
  • PER-16/PB/2014
    tentang Tata cara koreksi data transaksi keuangan pada SPAN
  • PER-40/PB/2016
    tentang Perubahan Ketiga PER-57/PB/2010 tentang Tata Cara Penerbitan SPM dan SP2D
  • S-8782/PB/2016
    tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Anggaran atas Perubahan Pagu akibat Revisi Penghematan (Self Blocking)
  • PER-44/PB/2016
    tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara Pada Akhir Tahun Anggaran 2016
APLIKASI